Kepada para hati yg tak kunjung tertaut
meskipun letih mulai menggapai
saat tetesan peluh tak lagi bisa di usap
oleh lengan baju yang telah basah
akan usaha tuk merangkul hasrat hati memiliki pujaan hati
yang hadir dalam lirih bisikan doa di penghujung malam
sebelum mata terpejam dan jiwa masuk dalam dunia mimpi...
Fana terasa indah karena nyata kian menyiksa

Kepada hati itu yang mengenggam erat namun enggan tuk memiliki.
Tidakkah lelah mengejar waktu tanpa kenal peduli?
Acuh akan hasrat diri tuk tepis perihnya hati saat terjatuh berkeping di seluruh ruang.
Seketika bunyi menggema keseluruh sudut hampa tanpa logika yang haus akan kata-kata cinta dari sang pecinta

Berhentilah..
Hening terlalu memekakkan telinga..
Gelap terlalu menyilaukan..
Aku tiada lagi berdaya..
Tak dapat lagi tuk mengemis akan imajinasi cinta..
Maya tak lagi bernyanyikan pesona..
Semua sia-sia ketika kau tak menoleh aku yang terombang-ambing lautan rasa..
Ku terikat pada rantai-rantai jiwa di ruang hampa udara..
Kau buat ku mati rasa..
Disaat hujan tak mampu lagi hapuskan tandusnya jiwa..
Disaat seteguk air tak mampu lagi tepiskan dahaga cinta..
Disaat angin tidak lagi membelai lembut panasnya hati..
Aku hanya bisa berdiri menatap tajam waktu yang berganti..
Bayangan itu sirna seiring badai amarah berkecamuk didalam jiwa..
Tiada lagi ku kecup rasa manis..
Aku kosong..
Aku hampa..
Aku hilang bersama masa..
Ini jeritan hati yang tak kuasa bersembunyi..
Berjalan tanpa sehelai benang di bawah terik keacuhan mentari..
Saat malam kian merayapi..
Dingin menyusup sendi sendi..
Tercabik cabik kenangan yang sirna di helaan nafas letih..
Aku hanya makhluk kecil..
Mengais untuk dikasihi..
Tapi ku tiada arti bagi mereka pecinta imajinasi..
Hanya aku berdiri ditengah nyata orang yang terjebak maya..

Popular Posts