Dahaga kerinduan
sesaat aku terdiam
aku menanti waktu yang bergulir tajam
akankah dia menyapaku yang terpaku didalam harap?
kata...
mengapa sulit sekali kau terucap?
meskipun beribu rasa telah membuncah dijiwaku
hanya masa yang tidak berujung
jalan panjang penuh liku
ku menggenggam pada jemari janji yang tak pasti
ku berdiri di kelam malam
disaat badai mulai menghampiri dari kegelapan hati
amarah yang mencabik jiwa-jiwa peratap
aku menanti waktu yang bergulir tajam
akankah dia menyapaku yang terpaku didalam harap?
kata...
mengapa sulit sekali kau terucap?
meskipun beribu rasa telah membuncah dijiwaku
hanya masa yang tidak berujung
jalan panjang penuh liku
ku menggenggam pada jemari janji yang tak pasti
ku berdiri di kelam malam
disaat badai mulai menghampiri dari kegelapan hati
amarah yang mencabik jiwa-jiwa peratap
masa...
akankah dia berhenti bergulir dan menatapku?
simpan kisah yang tertulis dalam hati-hati perindu
senyum...
dapatkah ku nikmati senyuman indah itu?
senantiasa ku jaga sebagai matahari dalam rindu
tetesan hujan membasuh kemarau
gersang dan kering menanti embun cinta kembali
sejukan hati yang letih karena dahaga harap