Tanah Tandus
rintik hujan gerimis di sebuah lapangan tandus
menghapus kekeringan hilangkan dahaga yang rakus
setetes air di tanah kering ini
menghapuskan retak kegersangan
membawa debu yang tercipta saat angin bertiup mengikis bebatuan
jejakmu hilang terhapus hujan
membawa semua kenangan yang telah tersimpan
terbang bersama awan menuju tempat tak terjamah
debu telah menjadi lumpur pada padang ini
tak lagi tersisa jejak yang melewati
ku mencari ditengah badai
mungkin jejak itu masih tersimpan di tanah tak berpenghuni
lama waktu bergulir
hari yang telah terukir
kering bersama desiran angin tanpa air
hilangkan harap di jutaan butiran pasir
dedaunan gugur
disaat cinta mulai luntur
terbawa oleh angin panas tanpa hujan
menyisakan pohon yang kehausan
perlahan tertinggalkan
seiring waktu terlupakan
yang tersisa hanyalah goresan kenangan
terukir kasar di padang yang terus kekeringan
setetes air hujan hilangkan dahaga
hanya setetes membawa kembali asa
berdiri perlahan menahan goncangan
agar harapku kembali ke pelukan
senyuman indah pesonamu
mengalunkan nada dengan merdu
ciptakan harmoni berirama syahdu
bersama kicauan burung kau merayu
aku sembunyi di bawah pohon
ditengah hujan badai di padang tandus
ku menanti jejak cinta yang telah pupus
membawa kembali harap yang terhapus
hujan yang menyentuh tanah
menciptakan aroma basah yang menyengat
membuktikan betapa panas padang tandus ini
menanti air yang tak kunjung hadir
tiada yang dilewati hujan
semua dibasahinya dengan jutaan tetesan air
tapi ku disini berdiri menanti
tetap kering meski hujan menghujami
hujan tak lagi mampu membasahiku
ketika kau pergi membawa cintamu dariku
kau tinggalkanku ditengah bayanganmu
lalu kau berlabuh di dunia yang semu
ku tak dapat melihat bayanganmu
tak dapat lagi melihat jejakmu
saat hujan terus membasahi pipiku
ku tetap tandus kehilangan dirimu
jutaan doa ku ucapkan
jutaan keluh ku sampaikan
kerinduan ingin ku curahkan
tanpa kau aku ketakutan
aku tersesat ditengah badai
mencoba mencari jejakmu yang terkikis hujan
aku tak bisa melihat jejak bebatuan
aku tenggelam didalam kesedihan