Mereka sebar luka
terkadang ku lelah dengan semua drama
mereka tertawa sebarkan luka
mereka tak peduli ada jiwa yang merana
mereka kira dunia adalah milik mereka
tapi dunia penuh tipu daya
dunia tidak seindah cerita
tak semua mampu berakhir bahagia
terkadang kita butuh derai air mata
hati ini hanya sebuah ruang
yang memiliki batasan
tak semua mampu tersimpan
ada saatnya sesuatu harus terbuang
terkadang ku tak tahu arti luka
jikalah ia datang tanpa tanda
terus hancurkan dinding keindahan
dan menjadikannya sebagai siksaan
hidup tak semudah melukis pelangi di kanvas
tak pula seceria tawa para pecinta
denting waktu kadang menahan
keindahan dunia setelah terbit kisah
ku sakit bukan tuk meratap
ku hanya jenuh hadapi semua
melihat tawamu penuh kehinaan
mencaci diri tak kau hiraukan
sudahkah kalian bahagia
setelah semua luka yang kalian sebarkan
tidakkah kau melihat
jeritan jiwa yang terjerat
ataukah kau buta
akan dunia yang berputar di semesta
ataukah memang kau gila
karena tak pernah melihat dengan mata terbuka
mereka tertawa sebarkan luka
mereka tak peduli ada jiwa yang merana
mereka kira dunia adalah milik mereka
tapi dunia penuh tipu daya
dunia tidak seindah cerita
tak semua mampu berakhir bahagia
terkadang kita butuh derai air mata
hati ini hanya sebuah ruang
yang memiliki batasan
tak semua mampu tersimpan
ada saatnya sesuatu harus terbuang
terkadang ku tak tahu arti luka
jikalah ia datang tanpa tanda
terus hancurkan dinding keindahan
dan menjadikannya sebagai siksaan
hidup tak semudah melukis pelangi di kanvas
tak pula seceria tawa para pecinta
denting waktu kadang menahan
keindahan dunia setelah terbit kisah
ku sakit bukan tuk meratap
ku hanya jenuh hadapi semua
melihat tawamu penuh kehinaan
mencaci diri tak kau hiraukan
sudahkah kalian bahagia
setelah semua luka yang kalian sebarkan
tidakkah kau melihat
jeritan jiwa yang terjerat
ataukah kau buta
akan dunia yang berputar di semesta
ataukah memang kau gila
karena tak pernah melihat dengan mata terbuka