tiada

ketika jemari tak mampu lagi mengenggam
langkah pun terasa berat
mata mulai buta
kegelapan akhirnya merayapi
jiwa jiwa yang kosong
haus akan kasih sayang tak kunjung datang
lelah akan sebuah penantian
tepiskan rasa tuk menggapai asa
bibir kelu tak sanggup mengecup
tak lagi hirup sejuknya udara
meskipun pagi datang
kelam tak berpenghuni terus mencerca
mencabik dan menghina

jiwa ini telah kalah
amarah terus menggebu
indah tak lagi didapat
tak lagi miliki arah dan kemudi
tersesat dan terombang ambing
harap terasa semakin sesak
hilang bersama dingin yang kian menusuk
dekap hangat api tiada rasa
hilang semua kemampuan indera tubuh
lemah tak berdaya
gelisah dan resah tiada terkira
tiada harap
hampa, sepi, sendiri
tersakiti dan terkhianati
penantian sudah sampai akhir
batas terlalu kuat
kuasa tak lagi mampu tuk menembusnya

lemah tiada berdaya
peluh bercucur tanpa lelah
panas membakar namun dingin tetap menusuk
tercabik-cabik luka derita
hanya tersisa serpihan belaka
terkikis waktu menjadi butiran debu
terbawa angin kesana kemari
tak berarah dan tujuan
terombang-ambing ketidakpastian
terhempas dan terangkat
relakan sakit yang tak terkira
karena tak lagi daya upaya
untuk merengkuh sebuah cahaya

Popular Posts