Dunia Mampu Menangis
Tidakkah kau merasa bosan melihat kejahatan terjadi di muka bumi?
Tidakkah kau merasa iba pada bumi yang telah menjagamu?
Adakah rasa sayang akan bumi yang menjadi tempatmu bernaung selama ini?
Tak terbesitkah hasrat dalam dirimu untuk mengubahnya?
Betapa egoisnya dirimu hanya duduk diam melihatnya di lukai.
Tidak perlu kita menyalahkan orang lain atas kejahatan mereka, tapi hakimilah dirimu terlebih dahuhlu atas keacuhanmu kepada apa yang terjadi di hadapanmu sendiri.
Kau telah menutup mata atas semua kejahatan disekelilingmu dan bersikap seolah itu tak berarti apa-apa bagimu? Kau bahkan diam tanpa bertindak sekecil apapun.
Kau mampu tertawa sementara dia menangis.
Kau terlalu sibuk merendahkan hal kecil di sekitarmu padahal itu mungkin saja mampu merubah dunia yang tidak kamu ketahui?
Janganlah kamu meremehkan hal yang kamu anggap kecil.
Dunia belum tentu mampu merubah seseorang tapi seseorang mampu merubah dunia bahkan hanya dengan melakukan hal kecil yang terkadang terlihat sangat tak berarti.
Hargailah semua yang ada dalam hidupmu sekecil apapun itu.
Kau tidak bisa memaksakan semua hal haruslah seperti apa yang kau inginkan. Lagipula, tidak semua hal yang kau inginkan itu adalah yang terbaik untukmu.
Kau bisa saja melukai orang lain hanya karena keegoisanmu yang tak mampu kau kendalikan.
Masih adakah alasan untukmu tertawa setelah kehancuran ini terjadi?
Kehancuran ini mampu menghancurkanmu menjadi berkeping-keping, tidakkah kau takut akan kenyataan ini?
Apakah kau sanggup hidup tanpa di cintainya?
Bagaimana jika dia sudah bosan menjagamu dan hilang rasa cintanya padamu? Masih bisakah kau berdiri?
Semua hal butuh keseimbangan. Maka jangan kau hancurkan keseimbangan itu.
Jika semua tepat berada pada dimana ia seharusnya kau pun akan turut bahagia dan menikmati keindahan yang tercurah. Hanya saja jika kau mampu mengendalikan rasamu.
Mulailah sadari dari diri kita sendiri. Lalu ingatkan mereka dan jangan biarkan kita menyesali apa yang terjadi.