kosong
denting jam tengah malam
tak mampu memecah keheningan
dimalam yang mencekam
jiwa yang hampa tersesat di ruang hati
tertusuk duri tajam di setiap keindahan mawar
terluka gores perih merintih di rintik hujan
kegelapan semakin merayapi tak kunjung pagi
dingin menusuk mengikat tulang belulang
tak mampu berlalu hanya diam terpaku
merangkak kesusahan menghadapi jiwa
kesendirian kian menyiksa
mencabik hati yang merindu
kerinduan tak mampu lagi sebagai penopang
kokoh kuat berdiri melawan
hancur rapuh tak berdaya
tak sanggup lagi tengadah
derai tangis air mata mengalir
rona wajah kekasih tak kunjung hadir
membisikkan nama di dalam doa
seorang yang teraniaya
terombang-ambing badai samudra
kelak percaya sang terpuja
kan kembali merengkuh tubuhnya
yang telah hancur tak tersisa
hanya demi mengucapkan pisah
menghapus harapan tanpa asa
agar dia kembali ke jalannya
menyunging senyuman luka
takkan terobati sampai akhir masa
menutupi rapuhnya jiwa di suatu masa
meskipun takkan kembali puja yang sama
hanya bisa memenuhi tak mengobati
baru mengisi tak bisa menutupi
sebuah bayang kerinduan
terukir di dalam hati
nama yang tak bisa terhapus
walau seribu guratan mengikis
tak mampu memecah keheningan
dimalam yang mencekam
jiwa yang hampa tersesat di ruang hati
tertusuk duri tajam di setiap keindahan mawar
terluka gores perih merintih di rintik hujan
kegelapan semakin merayapi tak kunjung pagi
dingin menusuk mengikat tulang belulang
tak mampu berlalu hanya diam terpaku
merangkak kesusahan menghadapi jiwa
kesendirian kian menyiksa
mencabik hati yang merindu
kerinduan tak mampu lagi sebagai penopang
kokoh kuat berdiri melawan
hancur rapuh tak berdaya
tak sanggup lagi tengadah
derai tangis air mata mengalir
rona wajah kekasih tak kunjung hadir
membisikkan nama di dalam doa
seorang yang teraniaya
terombang-ambing badai samudra
kelak percaya sang terpuja
kan kembali merengkuh tubuhnya
yang telah hancur tak tersisa
hanya demi mengucapkan pisah
menghapus harapan tanpa asa
agar dia kembali ke jalannya
menyunging senyuman luka
takkan terobati sampai akhir masa
menutupi rapuhnya jiwa di suatu masa
meskipun takkan kembali puja yang sama
hanya bisa memenuhi tak mengobati
baru mengisi tak bisa menutupi
sebuah bayang kerinduan
terukir di dalam hati
nama yang tak bisa terhapus
walau seribu guratan mengikis